Sambang Colok atau nama ilmiahnya adalah Aerva sanguinolenta, banyak ditanam masyarakat kita sebagai tanaman hias karena warna daunnya yang cukup menarik yaitu berwarna merah. Sambang colok merupakan keluarga bayam-bayamanan (Amaranthaceae), jadi kalau anda lihat secara teliti ada kemiripan dengan bayam pada daun dan terutama pada bunganya.  Secara tradisional Daun sambang colok banyak digunakan sebagai obat haid kurang teratur, obat untuk menghilangkan rasa nyeri haid, obat kencing kurang lancar, obat kencing darah, obat kurang darah, obat keputihan, obat cacing dan obat radang rahim.   Di Sunda lebih dikenal dengan nama Ki Sambang.

Di India, daun yang dikeringkan yang digunakan untuk obat diabetes dan malaria. Warna daun yang kemerahan dari Sambang Colok (Aerva sanguinolenta) merupakan hal visual yang dapat kita lihat bahwa tanaman ini sangat cocok untuk mengobati Kencing Darah alias hematuria dan masalah menstruasi.  Berdasar ilmu yang saya dapat dari para pakar obat herbal, sederhananya begini : Darah kan warnanya merah jadi warna merah dari daun sambang colok itu adalah indikasi  untuk obat yang ada kaitannya dengan darah. 
Contoh lain pengguinaan di India adalah : daun Sambang Colok ditumbuk sampai lembut dan digunakan untuk pengobatan luka.

Contoh Penggunaan Sambang Colok Secara Tunggal sebagai berikut: 

Nyeri haid : Cuci bersih  gr daun segar. Rebus bahan dalam  gelas selama 15 menit. Setelah dingin, saring hasil rebusan dan minum sekaligus.
Sulit Kencing : Cuci bersih  10 gr daun segar. Rebus bahan dalam 1 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin saring dan minum sekaligus.
Radang Dinding Rahim : Ambil 20 gr daun segar, lalu cuci bersih. Rebus dengan 3 gelas air selama 15 menit. Saring hasil rebusan setelah dingin, minum ramuan sekaligus.
READ MORE - KHASIAT SAMBANG COLOK UNTUK GANGGUAN PADA DARAH

Vernonia cinerea atau nama lokalnya sawi langit, bukanlah keluarga sawi-sawian yang biasa kita jadikan sayur.  Sawi langit ini biasa tumbuh liar di halaman rumah kita, di pinggir jalan dan tempat-tempat terbuka lain. Sawi langit ini mudah dikenali dengan bunganya yang berwarna ungu kecil-kecil.  Tanaman yang tumbuh dimana-mana ini banyak mengandung khasiat obat yang bisa kita man
faatkan.  Dalam ilmu farmakologi Cina  disebutkan bahwa tanaman ini bersifat pahit, manis, sejuk dan penenang (sedative).
Uraian :
Terna setahun, tumbuh tegak tinggi 20 - 100 cm. Tumbuh liar di sisi jalan, padang rumput sampai ketinggian 1.300 m di atas permukaan laut. Batang berambut halus dan bercabang banyak. Daun tunggal, duduk berseling, bentuknya bulat telur sungsang sampai bulat memanjang, dengan panjang daun 2 - 7 cm, lebar 0,5 - 2,5 cm. Tapi daun beringgit tidak teratur, kedua permukaan daun berambut halus, bertangkai pendek. Bunga warna ungu, berkelompok sekitar 5 - 20 kuntum. Biji keras bentuk bulat lonjong.

Nama Lokal :
Buyung-buyung, daun muka manis, lidah anjing, Sayur babi; Rumput ekor kuda, r.muka manis, r.tahi bahi (Indonesia); Leuleuncaan, mareme,rante piit, sasawi langit, sembung,; Capeu tuhur (Sunda), Sembung, s.rendetin (Bali),; Maryuna, nyawon, pidak bangkong, sembung, sembung kebo (Jawa); Shang han cao (China)


CARA PENGGUNAAN SAWI LANGIT UNTUK OBAT

1. Demam. Tanaman (seluruhnya) kering 10 - 15 gr atau segar 30 - 60 gram, dicuci, rebus dengan air 4 gelas sampai menjadi 2 gelas. Dinginkan, saring, minum.

2. Panas batuk. Tanaman (seluruhnya) kering 10 - 15 gr atausegar 30 - 60 gram, dicuci, rebus dengan air 4 gelas sampai menjadi 2 gelas. Dinginkan, saring, minum.

3. Disentri. Tanaman (seluruhnya) kering 10 - 15 gr atau segar 30 - 60 gram, dicuci, rebus denganair 4 gelas sampai menjadi 2 gelas. Dinginkan, saring, minum.

4. Hepatitis. Tanaman (seluruhnya) kering 10 - 15 gr atau segar 30 - 60 gram, dicuci, rebus dengan air 4 gelas sampai menjadi 2 gelas. Dinginkan, saring, minum.

5. Lelah tidak bersemangat. Tanaman(seluruhnya) kering 10 - 15 gr atau segar 30 - 60 gram, dicuci, rebus denganair 4 gelas sampai menjadi 2 gelas. Dinginkan, saring, minum.

6. Susah tidur. Tanaman (seluruhnya) kering 10 - 15 gr atau segar 30 - 60 gram, dicuci, rebus dengan air 4 gelas sampai menjadi 2 gelas. Dinginkan, saring, minum.

7. Bisul, Digigt ular, luka terpukul, keseleo. Tanaman segar dilumatkan, ditempel ketempat sakit.
READ MORE - KHASIAT OBAT SAWI LANGIT (Vernonia cinerea) UNTUK BERBAGAI PENYAKIT

Saat masih kecil dulu saya sering sekali mencari buah pletekan, namanya juga anak kampung mencari mainan tidak harus mahal cukup dicari di sekitar aja yang penting bisa membawa kegembiraan.  Nama Pletekan ini didapat dari buah kering jika di kasih air langsung meledak dan mengeluarkan bunyi "pletek" dan bijinya langsung berhamburan kemana-mana.  Pletekan adalah tanaman liar yang biasa tumbuh di pinggir got atau pinggir sawah, mungkin anda sering melihatnya namun tidak pernah memperhatikan tanaman pletekan ini.
Pletekan ini sangat ampuh untuk mengobati penyakit kencing manis atau diabetes yang banyak diderita oleh masyarakat kita.
Klasifikasi Tanaman Pletekan
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Scrophulariales
Famili: Acanthaceae
Genus: Ruellia
Spesies: Ruellia tuberosa L.
Nama Lokal : Ptetekan, Pletikan, Ceplesan dll.

Daun Pletekan Sembuhkan Luka Borok Kencing Manis Basah
Jika anda terkena kencing manis basah, jika ada luka pastinya susah sembuh dan bisa meninggalkan borok mirip lubang di tubuh.  Untuk Mengobati luka borok kencing manis basah caranya  Ambil daun Pletekan secukupnya tumbuh halus, kemudian tempelkan pada bagian yang luka, Insya Allah tidak terlalu lama luka kencing manis basah ini akan segera kering dan sembuh.  

Obat Diabetes dan Kencing Batu
Untuk obat Diabetes dan kencing batu dipakai sebanyak kurang lebih 15 gram daun Pletekan segar, kemudian dicuci sampai bersih.  Rebus daun pletekan tadi dengan 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.

Konsumsi Ramuan Daun Pletekan Bisa Berbahaya 
Dari riset terhadap mencit, Daun pletekan yang berbunga ungu mirip bunga terong ini mengandung senyawa yang berkhasiat menurunkan gula darah. Namun, jangan terlalu sering minum ramuan daun Pletekan ini,  karena berdasar penelitian pada mencit yang diuji, Daun pletekan  mengandung unsur senyawa jenis senobiotik yang berbahaya bagi fungsi hati dan ginjal.  Jadi sebaiknya untuk pemakaian luar saja.
READ MORE - DAUN PLETEKAN AMPUH ATASI LUKA BOROK KENCING MANIS BASAH

Manfaat Temu Kunci Untuk Melawan Kanker
Nama Ilmiah : Boesenbergia rotunda (L.) Mansf. syn. ; Curcuma rotunda L.;  Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlechter, Kaempferia pandurata Roxb.
Temu Kunci biasa dipakai ibu-ibu memasak di dapur,  rimpangnya dipakai sebagai bumbu dalam berbagai masakan Asia Tenggara, misalnya sayur bening.   Bentuk rimpang temu kunci lain dengan temu-temuan yang lain karena tumbuhnya yang ke bawah bukan ke samping.  Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1000m.



Deskripsi Tanaman
Terna hingga 50 cm. Rimpang kuning terang, bulat telur memanjang, sangat beraroma; akar kuat. Daun 3 atau 4; pelepahnya berwarna merah, ligula dengan 2-lekukan, ca. 5 mm; tangkai daun 7–16 cm, membentuk saluran; helai daun hijau pada kedua permukaan elips meruncing, 25–50 × 7–12 cm, licin dengan sedikit daun di dekat tulang utama daun bagian bawah, dasarnya membulat. Bunga majemuk terminal pada batang semu, muncul dari bagian dalam pelepah, agak duduk, 3–7 cm; seludang bunga meruncing, 4–5 cm. Bunganya wangi. Kelopak bunga 1,5-2cm, ujungnya membelah. Mahkota bunga tersusun membentuk tabung 4,5–5,5 cm; bercuping memanjang, 1,5–2 cm. Staminodia lateral merah muda pucat, ca. 1,5 cm. Labellum putih atau merah muda dengan setrip ungu, 2,5–3,5 cm, cekung. Tangkai sari pendek; bercabang dua, 1–3 mm.

ZAT ANTI KANKER
Temu Kunci ampuh sebagai obat antikanker. Zat pinostrobin dalam temukunci ampuh melawan sel kanker. Pinostrobin bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan sel kanker.   Diyakini pinostrobin sebagai zat antikanker dalam temu kunci ampuh merusak sel kanker sekaligus mendorong proses bunuh diri sel kanker tersebut. Dalam istilah kedokteran, cara kerja itu disebut apoptosis. Walhasil sel kanker yang bandel dan susah mati akhirnya hilang.  Pinostrobin merupakan senyawa antioksidan. Perannya menangkal zat radikal bebas (molekul, atom, atau grup atom yang tidak berpasangan) penyebab kanker. Radikal bebas sangat berbahaya jika jumlahnya lebih banyak ketimbang senyawa antioksidan dalam tubuh. Dalam kondisi seperti itu radikal bebas yang bersifat elektrofil menyerang tubuh dan merusak DNA, sehingga kanker mudah menyerang. 
Catatan penting!!!! gunakan rimpang temukunci yang berumur maksimal 9 bulan. Jika masa panen terlewat hingga 4 bulan-rimpang tetap dalam tanah-menyebabkan zat berkhasiat hilang.
 
Cara Pemakaian Temu Kunci Untuk Melawan Kanker
1.Ambil rimpang temu kunci dan cuci hingga bersih, 
2. iris rimpang Temu Kunci tipis-tipis, 
3. rebus dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa segelas.
4. Minum secara rutin untuk mencegah atau mengatasi serangan kanker.

  
READ MORE - KHASIAT TEMU KUNCI UNTUK OBAT KANKER ALTERNATIF


Karet Kebo adalah jenis Ficus (keluarga beringin) yang daunnya besar, Nama ilmiahnya adalah Ficus elastica.  Karena perawakannya besar dan daunnya juga besar makatanaman ini disebut kebo (kerbau).  Tanaman ini menghasilkan lateks sehingga juga disebut karet padahal bukan keluarga tanaman karet yang asli.   Tanaman ini biasa ditanam di halaman kantor yang luas.
Deskripsi :
Tumbuhan berbentuk pohon besar, tinggi bisa mencapai 20 - 30 m.  Batang berkayu, silindris, warna coklat tua, permukaan halus, percabangan meyebar tak beraturan hingga membentuk pohon yang rindang, keluar akar-akar menggantung dari batang atau cabang yang sudah besar Daun tunggal, bertangkai, tersusun berseling (alternate), bentuk lonjong(elliptica), ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan mengkilat (nitidus), pada pohon yang masih muda panjang daun +/- 35 cm, lebar +/- 15 cm, setelah pohon menjadi dewasa rata-rata panjang daun menjadi lebih kecil dengan panjang +/- 10-15 cm dan lebar +/- 5-7 cm, daun muda berwarna merah hati setelah dewasa menjadi hijau tua, kuncup daun muda tertutup dengan selaput bumbung (ocrea) berbentuk kerucut tajam berwarna merah muda Bunga muncul di ketiak daun, berwarna merah kusam, penyerbukan sangat tergantung pada satu jenis kumbang Buah bulat telur, panjang +/- 1 cm, berwarna kuning kehijauan Perbanyaan Generatif (biji) dan vegetatif (pemisahan anakan)

Untuk pengobatan, bagian yang dimanfaatkan adalah bagian akar karet kebo.  Berikut ini contoh penggunaan karet kebo untuk obat herbal alami.

1. Bisul
Cuci akar secukupnya sampai bersih, lalu giling halus. Tambahkan sedikit air dan aduk hingga menjadi bubur, lalu bubuhkan di tempat yang sakit.

2. Berhenti haid pada usia subur (amenorrhoea sekunder)
Cuci bersih 40 g akar karet kebo, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

3. Maag
Cuci bersih 35 g akar karet kebo, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

4. Rematik sendi
Cud bersih 30—50 g akar karet kebo, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.
READ MORE - KHASIAT AKAR KARET KEBO UNTUK BISUL, REMATIK DAN MAAG


Kembang Merak lebih dikenal sebagai tanaman hias karena warna bunganya yang cantik berwarna-warni  laksana seekor merak yang menari dengan bulunya yang megar. Tanaman perdu ini tumbuh pendek dengan bunga berwarna merah dan kuning.
Di beberapa provinsi di Indonesia, tanaman kembang merak memiliki nama lokal sendiri. Di daerah Sumatera dikenal dengan sebutan kembang kacang, bunga Cina, jingek. Sementara di Jawa disebut kembang patra kombala, di Sunda disebut merak-merakan, kembang ngigel, patra menggala, kembang abang. Di Menado, kembang merak disebut juga bunga kacang.

Kandungan Kimia
Kandungan kimia kembang merak, pada bunganya ada asam gallat, asam benzoat, resin. Sedangkan pada daunnya terdapat alkaloid, tannin, glocisida, kalsium oksalat, dan batangnya terdapat plumbangin, lumbagol, zat sannak, alkaloid, saponin, tannin, resin, kalsium dan oksalat.

Manfaat Untuk Pengobatan
Manfaat Bunga dari tumbuhan kembang merak dapat digunakan untuk mengobati menstruasi yang tidak lancar, mata merah, luka terpukul, memar, panas, kejang pada anak-anak dan lainnya. Sedangkan kulit kayunya digunakan untuk mengobati diare, kejang pada anak, dan lain-lain. Akarnya digunakan untuk mengobati demam, panas dan kejang pada anak-anak, dan daunnya bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, sariawan, demam, penyakit kulit. Buahnya digunakan untuk mengobati diare, disentri dan lain-lain.


Contoh Ramuan Kembang Merak Untuk Berbagai Penyakit

Untuk pemakaian luar tumbuhan kembang merak dibersihkan lalu dihaluskan dan dibalukan pada bagian yang sakit. Pada pemakaian dalam, gunakan 3-5 gram bunga kembang merak kering atau 15-30 gram daun segar, direbus lalu disaring dan airnya diminum.
1. Kejang pada anak.
Bila anak terserang kejang, gunakan 5 kuntum bunga kembang merak, 20 gram daun kembang merak, 3 jari akar dan 3 jari kulit batang yang telah dicuci lalu ditumbuh halus. Kemudikan tambahkan air garam secukupnya, balurkan dan gosokkan pada bagian leher, punggung dan kaki anak.
2. Sariawan
Untuk mengobati sariawan, dapat menggunakan 15 gram daun kembang merak direbus dengan air secukupnya hingga mendidih, lalu disaring dan airnya digunakan untuk berkumur-kumur.
3. Perut Kembung
Mengobati perut kembung,  ambil 15 gram daun kembanng merak segar, alang-alang, bawang putih secukupnya ditumbuk hingga halus, tambahkan air secukupnya, kemudian dibalurkan pada perut yang kembung.
4. Luka Memar
Bila menderita memar akibat terpukul, gunakan bunga kembang merak secukupnya, dihaluskan, kemudian balurkan pada bagian yang sakit.

Contoh Ramuan Kembang Merak Untuk Pemakaian "Dalam" dengan diminum
1. Panas Demam
Untuk mengobati panas demam, dibutuhkan 3-5 gram bunga kembang merak kering direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 150 cc kemudian disaring dan airnya diminum.
2. Radang Hati
Bila menderita radang hati, gunakan 15-30 gram daun serut atau mirten, lalu direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan airnya diminum selagi hangat.
3. Diare
Untuk mengobati diare, dapat gunakan 15 kulit batang tumbuhan kembang merak yang ditumbuh halus lalu diseduh dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan airnya diminum selagi hangat.
READ MORE - KHASIAT KEMBANG MERAK UNTUK DEMAM, STEP BALITA dan PERUT KEMBUNG

Saat kita camping atau berkegiatan di alam bebas di daerah pegunungan yang berhawa sejuk, tak jarang kita mengalami luka atau malah digigit binatang berbisa macam ular.  Sebagai pertolongan darurat kita bisa memanfaatkan tumbuhan di sekitar kita untuk pertolongan pertama sebelum dibawa ke puskesma terdekat.  Contohnya dengan memanfaatkan lumut hati yang banyak tumbuh di daerah pegunungan. Salah satu jenis lumut hati yang mudah dijumpai adalah Marchantia polymorphaTumbuhan lumut yang ada di indonesia ada 1500 species. Sebagai tumbuhan tingkat rendah, lumut memiliki fungsi yang tidak kalah penting dibanding tumbuhan lain.  Nah bagaimana bentuk dan modelnya jenis lumut hati ini dapat dilihat di gambar dibawah ini supaya anda bisa kenal lebih dekat.

Divisio : Marchantiophyta
Classis : Marchantiopsida
Ordo : Marchantiales
Familia : Marchantiaceae
Genus : Marchantia
Spesies : Marchantia polymorpha

Deskripsi :
Talus seperti pita. Mempunnyai rusuk tengah yang tidak begitu jelas. Pada sisi bawah talus terdapat selapis sel seperti sisik-sisik perut. Rizhoid-rizhoid bersifat fototrof negatif. Dibawah tiap petak talus terdapat suatu ruang udara. Ruang udara berfungsi sebagai penghubung dengan udara luar Ruang udara berbentuk seperti tong.  Dinding yang lebih tinggi dari permukaan talus untuk mencegah masuknya air Dinding ruang terdiri dari 4 cincin,masing-masing cincin terdiri dari 4 sel Marchantiales berumah 2. Gametanium jantan menyerupai tangkai dengan cakram bertoreh Gametanium betina berbentuk menyerupai bintang.

Contoh Pemanfaatan Lumut Hati Untuk Pengobatan:
Obat Luka dan menghilangkan racun akibat gigitan ular 
Caranya dengan cara meremas herba lumut hati hingga keluar airnya lalu bubuhkan lumut yang sudah diperas tadi di atas luka, kemudian balut.

Obat Hepatitis c

Di dunia herbal dikenal bahwa khasiat tanaman bisa dilihat dari bentuk tanamannya.  Lumut hati ini sekilas memang mirip dengan hati, sehingga juga berkhasiat untuk hati.  Untuk mengobati liver hepatiti c, caranya sebagai berikut:
Ambil sekitar 10 gram lumut hati kemudian cuci hingga bersih, tiriskan di bawah sinar matahari selama sekitar 10 menit, setelah itu  rebus dengan menggunakan air bersih sebanyak 500 cc, sampai air rebusan  susut setengah nya. sebaiknya direbus dengan belangan tanah liat.  Biarkan dingin lalu minum setelah makan dan rasakan khasiatnya.Minum 3 kali sehari.
READ MORE - LUMUT HATI UNTUK OBAT LUKA, GIGITAN ULAR DAN OBAT HEPATITIS

Mungkin Nama Paliasa kurang dikenal masyarakat sebagai obat Herbal.  Paliasa merupakan nama makasar untuk tumbuhan Kleinhovia hospita, kalau di Jogja Namanya Timoho. Bagi yang pernah tinggal di jogja pasti pernah dengar nama kampung Timoho ini.  Di daerah Jawa dan Bali, Kayu Paliasa alias Timoho ini sering dipakai untuk warangka pusaka keris. Daun paliasa sudah lama dikenal  oleh masyarakat Sulawesi khususnya makasar sebagai obat tradisional yang manjur untuk menyembuhkan penyakit Liver alias penyakit kuning (hepatitis).  
Di daerah Kendari Paliasa dikenal dengan nama Tokule, di Sunda disebul Tangkele. Dan Nama inggrisnya di sebut Guest tree.  Di Bali disebut Purnama Sadha atau Timahan, di Sumbawa namanya kayu Barora sedang di Sumba disebut kayu Mundung sedangkan di kalimantan dikenal dengan nama Tahongai.    

Deskripsi Tanaman:
Pohon berbelukar, selalu hijau, dengan mahkota membulat dan taburan bunga yang tegak dan buah berwarna pink. Pohonnya bisa mencapai ketinggian 25m. Daun tunggal, berseling, membundar telur sampai menjantung, gundul di kedua permukaan. Perbungaan malai terminal, renggang muncul dari mahkota; bunga lebar sekitar 5 mm, pink muda, daun kelopak memita melanset, daun mahkota kuning. Buah kapsul berselaput yang membulat, merekah pada rongganya, masing-masing rongga berbiji 1-2. Biji membulat, keputihan.  Pohon ini biasa juga tumbuh disekitar pantai, danau dan sungai.

Persebaran:
Kleinhovia hospita tumbuh alami di seluruh Asia tropis, dari Kepulauan Mascarene sampai Polynesia. Di Jawa, jenis ini lebih umum dijumpai di Jawa Tengah dan Timur.  Di Semenanjung Malaya Kleinhovia hospita tersebar alami sepanjang pinggiran sungai, khususnya di Perak dan di daerah-daerah pantai dekat Malaka.


Khasiat dan Manfaat Paliasa
Di Kepulauan Solomon, Kleinhovia hospita, Ranting yang memuntir dipakai untuk hiasan seperti pegangan pisau, kalau di Jawa buat sarung keris. Daun muda dapat dimakan sebagai sayuran. Jus daun dipakai untuk mencuci mata. Di Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, kambium yang telah diolah dapat menyembuhkan pneumonia. Daunnya dapat untuk mencuci rambut untuk menghilangkan kutu rambut. Juga sebagai tanaman hias karena perbungaan malainya yang berwarna merah muda. Kleinhovia hospita memerlukan percobaan lebih lanjut bila akan digunakan untuk reforestasi, karena umum dijumpai di daerah terbuka yang ditinggalkan dan di hutan sekunder. Jenis ini sangat bagus untuk tanaman hias

Paliasa termasuk herbal yang luar biasa karena mampu membantu penyembuhan secara holistik melalui pengeluaran racun/detoksifikasi dan menghentikan peradangan serta rasa sakit. Disamping itu Paliasa juga memiliki kemampuan sebagai anti alergi.   Paliasa bermanfaat untuk memulihkan, menyehatkan  dan memperkuat hati sehingga dapat melakukan fungsinya dengan baik yaitu: menyimpan mineral, vitamin dan gula yang akan digunakan sebagai bahan bakar, membersihkan dan menyaring racun-racun dari darah dan mengontrol produksi atau pengeluaran kolesterol. Hati juga  membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Berdasarkan penelitian Nunuk Hariani (Guru Besar kimia organik bahan alam, di Fakultas MIPA, Universitas Hasanuddin) pada 2008, ditemukan satu senyawa golongan kumarin, yaitu 7-hidroksi-6-metoksi kumarin (skopoletin) (1). Senyawa ini mempunyai efek antihipertensi, antiinflamasi, dan antialergi dan dapat menghambat prostaglandin synthetase sebagaimana yang pernah diteliti oleh M.H. Farah dan Sauelsson G (1992). Penemuan ini, seperti dikutip dari Tempo, menunjukkan adanya korelasi antara penggunaan tumbuhan K.hospita secara tradisional sebagai obat hipertensi. Hasil uji farmakologi, yang diujicobakan pada tikus yang dibuat hipertensi dulu, infus daun tersebut juga dapat menurunkan tekanan darah.

Paliasa juga mengandung zat anti oksidan  yang dapat menetralkan kerusakan sel-sel tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul oksigen yang reaktif. Kalau jumlahnya berlebihan dapat merusak sel-sel tubuh dapat menyebabkan penuaan dini dan berbagai macam penyakit degeneratif seperti arteriosclerosis atau pengerasan dinding pembuluh darah, hipertensi, arthritis, katarak, penyakit jantung koroner, kanker dan sebagainya

Cara Penggunaan paliasa
Penggunaan Paliasa secara tunggal yaitu dengan cara menyeduh air daunnya dan telah dikeringkan seperti meminum teh, daun mudanya dapat dijadikan sayur.  Jika tidak mau repot sekarang sudah banyak dijual tuh kapsul herbal paliasa ada juga teh tahongai.  
READ MORE - KHASIAT PALIASA / TIMOHO (Kleinhovia Hospita) UNTUK HEPATITIS

Daun kopi ternyata punya manfaat obat  yang secara tradisional sudah diketahui oleh masyarakat minangkabau.  Minuman dari Daun Kopi lebih sedikit kafeinnya, kandungan zat antioksidan tinggi, serta terdapat zat anti radang.  Di Provinsi Sumatera Barat dari dulu sampai sekarang daun kopi dibuat menjadi minuman tradisional yang menyegarkan tubuh yang bermanfaat untuk mencegah beberapa penyakit seperti jantung, hipertensi dan diabetes. 
Untuk membuat minuman tradisinal daun kopi caranya cukup mudah.  Daun kopi yang masih segar dipanggang diatas api sampai layu dan berwarna kecoklatan lalu daun kopi yang telah dipanggang tersebut direbus sampai mendidih dalam kuali yang terbuat dari tanah liat. 
Di Jawa pada jaman dulu, daun kopi biasa diminum sebagai pengganti teh. Caranya dengan merendam daun teh yang telah dipanggang sampai kecoklatan kedalam teko yang berisi air panas.

Cara Membuat Racikan Daun Kopi Untuk Obat Darah Tinggi:
Caranya : Cuci dan rebus 20 helai daun kopi yang masih muda hingga mendidih, aduk pelan-pelan sampai air rebusan berwarna merah. Tuang ke dalam gelas, lalu masukkan gula pasir atau gula batu, dan minum selagi masih hangat.
READ MORE - MINUMAN TEH DAUN KOPI CEGAH TEKANAN DARAH TINGGI, JANTUNG dan DIABETES

Tanaman Brotowali / Bratawali telah lama dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat obat.  Bagi anda yang gemar koleksi tanaman obat mungkin tanaman ini menjadi koleksi anda atau pernah dengar namanya.  Brotowali terkenal dengan rasanya yang pahit, mungkin sejajar dengan pahitnya sambiloto. Nama ilmiah dari Brotowali adalah Tinospora crispa {L} Miers.  Di china dikenal dengan Guo Zhiang Lung dan di malaysia dikenal dengan nama Patawali.

Tanaman ini sangat mudah dikenali, dengan ciri-ciri tanaman merambat, daun berbentuk hati, dan yang paling mudah dikenali adalah batangnya yang bentol-bentol kayak jerawat. Sekali lihat anda pasti akan tahu bahwa itu adalah brotowali. 
Tanaman ini dikenal sangat ampuh untuk mengobati diabetes alias kencing manis. Bahkan berdasarkan penelitian terkini, didapatkan bahwa brotowali berkhasiat dan mampu memperbaiki produksi insulin dalam tubuh kita.


Cara meracik Brotowali untuk Pengobatan:

Diabetes
10 Lembar daun sambiloto, 8 Lembar daun kumis kucing, 5 cm batang brotowali, dicuci dan dipotong-potong, rebus dengan kurang lebih 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas air.
Aturan minum 2X1 sehari 1/2 gelas.
Reumatik dan Demam
5 cm batang brotowali kemudian cuci dan potong-potong, setelah itu rebus batang  dengan 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas.   Lalu dinginkan, dan disaring dari ampasnya.
Aturan minum : 3X1 sehari 1/2 gelas.


Selain Racikan diatas berikut ini ada beberapa Cara menggunakan brotowali untuk berbagai pengobatan: 

  1. Rheumatik : 1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, ditambah madu secukupnya, minum. Sehari 3 x 1/2 gelas. Agar lebih terasa hangat, boleh ditambahkan jahe
  2. Demam kuning (icteric) : 1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas.
  3. Demam : 2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x 1/2 gelas.
  4. Kudis (scabies) : 3 jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.
  5. Luka : Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.
  6. Gatal-gatal. Caranya : Daun Brotowali Direbus,dicampur dengan belerang. Kemudian disaring. Setelah itu Gunakan saringan air Brotowali + belerang tadi, dicampur air dingin sampai Hangat-hangat kuku. Gunakanlah Untuk Berendam ± 20 menit.
  7. penambah nafsu makan, obat cacing,sakit perut dan demam. Caranya: Batang Brotowali Direbus dan disaring, Lalu airnya diminum. Air ini terasa pahit namun tidak apa-apa, namanya juga jamu. Selamat mencoba
  8. Mengobati Koreng, Kudis dan Luka Untuk antiseptik bagian yang sakit dapat dibersihkan dengan air rebusan batang brotowali, Untuk menyembuhkan, daun brotowali ditumbuk halus dan ditempelkan pada luka dan diganti 2X sehari.
  9. Mengobati Kudis Pada Anak-Anak Dianjurkan anak-anak mandi dengan air rebusan brotowali. Caranya ambil batang brotowali sekitar 1 meter, rajang lalu rebus dengan 4 liter air hingga mendidih. Masukkan air rebusan kedalam ember lalu tambahkan air dingin. Mandikan anak sambil merendam tubuhnya didalam air brotowali.
  10. Penambah Nafsu Makan Siapkan daun brotowali 3 helai, batangnya 30 gr, dan air 2 liter. Mula-mula daun dan batang dibersihkan, setelah itu direbus dengan air, minumlah air rebusannya 1 gelas per hari.
  11. Luka, koreng, kudis: 30 cm batang brotowali berikut daunnya dicuci bersih lalu dipotong masing-masing 5 cm. Rebus dengan 6 gelas air selama 1/2 jam. Setelah agak dingin, gunakan untuk membersihkan bagian yang luka. Sementara itu, 7 batang daun brotowali ditumbuk halus dan tempelkan pada luka lalu dibalut dengan perban. Balutan dan ramuan daun ini harus diganti setiap 2 hari sekali.
  12. Gatal-gatal: Rebus 20 g batang brotowali dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diamkan sampai agak dingin, lalu pakai untuk merendam bagian yang gatal. Lakukan 2x sehari.
  13. Malaria: 20 cm batang brotowali berikut daunnya direbus dengan segelas air sampai airnya tinggal setengah. Setelah dingin, diminum dengan madu. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari. Ramuan ini sebaiknya tidak diminum wanita hamil atau mereka yang mengalami masalah dengan ginjal.
  14. Hepatitis: 20 cm batang brotowali berikut daunnya direbus dengan 1 l air sampai airnya tinggal setengah. Menjelang masak, masukkan air perasan 3 jari temulawak yang sudah diparut. Saring. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari.
  15. Luka luar: Ambil batang brotowali (kurang lebih sepanjang 30 cm), berikut 20-30 lembar daunnya, cuci bersih, rajang kasar, lalu rebus dengan air sampai masak. Dinginkan, lalu gunakan untuk membersihkan luka sebagai cairan antiseptik. Cara lain, tumbuk sampai halus kurang lebih sepuluh daun brotowali segar, lalu tempelkan pada luka. Sebaiknya ramuan ini digunakan untuk luka baru (belum terjadi infeksi).
READ MORE - KHASIAT BROTOWALI UNTUK DIABETES MELITUS