Tumbuhan Kedondong punya ciri khas buahnya yang diluar halus di dalamnya kasar seperti duri, sehingga jadi sebuah perumpamaan "hati kedondong" artinya diluarnya tidak sama di dalam. Biasanya buah ini dibikin rujak atau manisan karena rasanya yang asam manis segar. Buah kedondong secara tradisional telah lama dijadikan obat oleh masyarakat kita. Nama ilmiahnya Spondias dulcis dan masuk dalam keluarga Sapindaceae.  Walaupun aslinya dijumpai sebagai tanaman besar, saat ini mudah dijumpai kedondong mini yang pendek batangnya dan sudah berbuah, cocok sekali ditanam dalam tabulampot.

Deskripsi Tanaman
Batang: Berkayu, bulat, bercabang, bekas daun nampak jelas, masih muda hijau setelah tua putih kehijauan. Tinggi pohon sampai 15 meter.
Daun: Majemuk, menyirip, anak daun lirna sampai lima belas, berhadapan, bertangkai pendek, bentuk bulat memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, pertulangan menyirip. panjang 6-10 cm, lebar 25-50 mm, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk malai, kelopak panjang ± 1 mmbenang sari delapan sampai sepuluh, kuning, putik empat, pendek, kuning kehijauan.
Buah: Buni, bulat memanjang, masih muda hijau setelah tua hijau kuning.
Biji: Bulat, berserat, putih. 
Kandungan Kimia
Batang dan daun kedondong mengandung saponin, flavonoida dan tanin.
Ramuan Obat dari Kedondong
1. Mencret
bahan:  ± 15 gram kulit batang segar kedondong, dicuci lalu dipotong kecil-kecil, direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.
2. Batuk
Bahan:  2 atau 3 buah kedondong. Cuci bersih, lalu parut. Tanpa ditambah air peras airnya. Tambahkan sedikit garam, minumkan kepada penderita 3x sehari. 
3. Disentri
Bahan: Kulit kayu Kedondong  yang masih segar (kurang lebih 5gram)dan bersihkan, rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Setelah dingin saring dan diminum sekali minum.