Asam jawa  atau nama ilmiahnya adalah Tamarindus indica rasanya sudah tidak asing lagi buat kita.  Pohon asam jawa biasa ditanam di pinggir jalan dan membuat jalan menjadi teduh.  Buahnya banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur.  Asam jawa merupakan tanaman tropis dan termasuk dalam keluarga tumbuhan berbuah polong.Banyak sekali olahan makanan dari asam jawa macam minuman, permen, jamu dan sebagai campuran bahan makanan yang menyegarkan. 
Beberapa Manfaat Asam Jawa Untuk Obat :

1. Batuk
Cuci 10 g daging buah asam jawa, seduh dengan 1 gelas air panas, lalu minum bersama gula merah secukupnya 1 gelas perhari.
 

2. Asma
Bahan: 2 potong kulit pohon asam jawa, adas pulawaras secukupnya
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air
sampai mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan:  diminum 2 kali sehari
 

3. Batuk Kering
Bahan: 3 polong buah asam jawa, ½ genggam daun saga
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 4 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring
Cara menggunakan:  diminum 2 kali sehari, pagi dan sore
 

4. Bisul
Cuci bersih daun asam jawa dan rimpang kunyit secukupnya, tumbuk halus, lalu tempelkan pada bisul. lakukan secara rutin sampai bisul hilang.       

Bahan:  
1 genggam daun asam jawa yang masih muda (sinom = jawa), 
2 rimpang kunyit sebesar ibu jari 
Cara membuat:  kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan:  ditempelkan pada bagian yang sakit



5. Karang gigi
Sangrai biji asam secukupnya, tumbuk sampai halus, lalu gosokan ke bagian karang gigi dengan kain atau sikat gigi.

6. Menurunkan berat badan
Cuci buah asam masak secukupnya, kupas kulitnya, lalu makan.

7. Mencegah rambut rontok
Campur buah asam yang sudah masak dengan sedikit air. Gunakan ramuan untuk mengurut kulit kepala, cuci dengan sampo, lalu bilas dengan air bersih.

8. Radang payudara
Cuci bersih buah asam jawa secukupnya lalu remas sampai hancur. Campur sedikit air garam kedalamnya, aduk rata, lalu tempelkan pada payudara yang sakit. Setelah di balur merata, balut dengan kain.

9. Rematik dan bengkak karena terpukul (lebam)
Cuci bersih daun muda asam jawa dan rimpang kunyit secukupnya lalu giling sampai halus. Seduh hasil gilingan dengan sedikit air panas lalu balurkan pada bagian yang sakit. Lakukan secara rutin sampai sembuh.  


Bahan:  1 genggam daun asam jawa, 2-3 biji asam jawa (klungsu = jawa)
Cara membuat:  kedua bahan tersebut ditumbuk halus
Cara menggunakan: dipakai untuk kompres bagian yang sakit

10. Sariawan
Cuci bersih buah asam jawa atau bubuk kulit kayu asam jawa lalu campurkan dengan air secukupnya, lalu gunakan untuk berkumur.
 

Bahan: 2 polong buah asam jawa, 2 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring
Cara menggunakan:  diminum biasa
 
11. MorbiliBahan:  1 - 2 potong buah asam jawa yang telah masak, 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari
Cara membuat:  kunyit diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur sampai merata
Cara menggunakan:  digunakan sebagai bedak/obat gosok bagi penderita morbili


13. Bengkak karena disengat lipan atau lebahBahan:  3 - 5 biji asam jawa dan minyak kayu putih secukupnya
Cara membuat:  biji asam jawa ditumbuk halus
Cara menggunakan:  bagian yang bengkak dibersihkan terlebih
dahulu dengan kain yang dibasahi dengan minyak kayu putih, 
kemudian ditaburi/ditempeli dengan bubukan biji asam jawa
tersebut.


14. Sakit  perut    a. Bahan: 3 polong buah asam jawa yang sudah masak, kapur sirih
       dan minyak kayu putih secukupnya
       Cara membuat: semua bahan tersebut dicampur sampai merata
       Cara menggunakan:  digunakan sebagai obat gosok, terutama
       pada bagian perut

    b. Bahan:  3 polong buah asam jawa, 1 potong gula aren
       Cara membuat:  kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air
       panas, kemudian disaring
       Cara menggunakan:  diminum biasa

     c. Bahan: 2 polong buah asam jawa, 1 rimpang kunyit sebesar ibu
        jari, 1 potong gula kelapa
        Cara membuat: Kunyit diparut, kemudian dicampur dengan bahan
        bahan lainnya dan diseduh dengan 1 gelas air panas, kemudian
        disaring
        Cara menggunakan:  diminum biasa

15. Luka baru     Bahan: daun asam jawa secukupnya
     Cara membuat: daun asam jawa dikunyah sampai lumat
     Cara menggunakan:  ditempelkan pada luka


16. Luka borok     Bahan:  beberapa biji asam jawa  (klungsu = jawa)
     Cara membuat:  biji asam jawa ditumbuk halus
     Cara menggunakan:  ditempelkan pada luka, kemudian diperban


Penting : Wanita hamil dilarang memakan buah asam jawa yang tua.
READ MORE - KHASIAT DAN MANFAAT ASAM JAWA UNTUK ASMA, REMATIK, BISUL, MORBILI, LUKA, DLL

Bila menyebutkan nama pohon secang, pikiran kita mungkin akan langsung tertuju pada nama minuman yang disebut wedang secang.  Wedang secang sendiri sudah menjadi minuman tradisional Indonesia yang banyak manfaatnya untuk kesehatan.   Tanaman Secang punya nama ilmiah Caesalpinia sappan dan nama lokalnya macam-macam umumnya disebut secang, sedang di daerah sumatra seperti di Aceh disebut seupeueng dan di daerah Minangkabau disebut Lacang, sopang (Toba), sepang (Sasak), supa (Bima), sepel (Timor), hape (Sawu), hong (Alor), sepe (Roti), sema (Manado), dolo (Poso), sapang (Makasar), sepang (Bugis), sepen (Halmahera selatan), savala (Halmahera Utara), sungiang (Ternate), roro (Tidore), sappanwood (Inggris), dan suou (Jepang).

Secang biasa tumbuh liar di lahan kosong, namun tak jarang masyarakat desa menanamnya sebagai pagar rumah atau pagar kebun.  Pohon secang tingginya bisa mencapai 10 meter. Ciri khasnya adalah kulit kayunya mengeluarkan cairan kemerahan bila dikupas. Secang diperkirakan berasal  dari Asia Tenggara dan banyak ditemukan di Indonesia.


Bagian batang  tanaman secang dapat mengeluarkan warna merah alami dan dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan dan minuman. Pemanfaatan dari secang selama ini paling banyak adalah di bagian kayunya, baik untuk rempah maupun pewarna alami.   Rasa secang dari kayunya sedikit asam dan segar. Untuk dibuat menjadi minuman wedang secang biasanya dibuat dengan menambahkan kapulaga dan jahe merah. Efek yang dirasakan setelah meminum wedang secang adalah rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuh. Namun, selain untuk  menghangatkan badan, secang juga memiliki khasiat lainnya yang sangat baik.   Kayu secang juga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.   Suku Bugis, Sulawesi Selatan sejak lama memanfaatkan kayu secang untuk mengobati gejala tulang keropos atau osteoporosis disamping digunakan dalam campuran minuman sehari hari.
Kayu secang memiliki efek sebagai anti osteoporosis terutama dalam menstimulasi proliferasi osteoblastic sel. Penelitian ini juga menguatkan laporan sebelumnya yang menunjukkan bahwa efek antioksidan dan kandungan yang kaya akan flavanoid dari tumbuhan ini merupakan suatu faktor yang berpengaruh dalam memberikan aktifitas sebagai antiosteoporosis.

Manfaat Obat Tradisonal dari Tanaman Secang

1. Pembersih darah:
Satu genggam kayu secang kering direbus bersama satu sendok ketumbar dan daun trawas. Rebus hingga mendidih. Minum selagi hangat.

2. Diare;
Ambil 5 gram kayu dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air bersih. selama 15 menit. Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore hari.

3. Batuk darah:
Ambil 1 1/2 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas, Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

4. Radang selaput lendir mata:
Ambil 2 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk merambang mata yang sakit.

5. Berak darah:
Ambil 1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin
disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x 3/4 gelas.

READ MORE - KHASIAT DAN MANFAAT KAYU SECANG UNTUK OSTEOPROSIS, ANTIOKSIDAN, BERSIH DARAH, BATUK DARAH, DIARE, BERAK DARAH,

Mungkin tanaman Alfalfa masih begitu terdengar asing bagi kita karena memang tanaman ini yang memang asli dari luar negri ini baru-baru saja masuk ke Indonesia.  Sebenarnya di tempat asalnya, alfala sudah lama digunakan sebagai tanaman obat, dan kaya dengan nutrisi terutama unsur mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.   Kandungan gizi alfalfa merupakan yang terlengkap di antara hampir semua tumbuhan.  Mineral unggulan berupa kalsium, besi, magnesium, fosfor, tembaga, dan seng terkandung di dalam Alfala. Vitaminnya, mulai dari vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, C, K, hingga asam folat juga ada. Makanya Alfala dikenal sebagai Induk dari segala tanaman. Tak hanya itu saja, Alfalfa juga mengandung lebih dari seratus komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Alfalfa punya nama ilmiah Medicago sative,  adalah tanaman kacang-kacangan yang dapat tumbuh di berbagai kondisi iklim, dengan kemampuan adaptasi cukup baik, sehingga tersebar di berbagai belahan dunia. Amerika Serikat merupakan produsen alfalfa terbesar hingga saat ini.  Alfala juga dibudidayakan di Eropa, Australia, Amerika Selatan, Afrika Selatan, Cina, dan Timur Tengah. Di Indonesia, tanaman ini mulai dibudidayakan meski belum begitu populer.
Alfalfa sangat mudah ditanam dan termasuk tanaman menahun berumur hingga 4-8 tahun tetapi dapat hidup lebih dari dua puluh tahun, tergantung pada varietas dan iklim. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian satu meter dan memiliki sistem perakaran yang dalam, kadang-kadang menghujam sampai lebih dari 15 meter. Hal ini membuatnya sangat tangguh, terutama terhadap kekeringan.


Saat ini alfalfa banyak tersedia dalam bentuk suplemen. Di Amerika dan Australia, bagian daun yang masih muda biasa dikonsumsi sebagai salah satu bahan salad. Di Cina, alfalfa biasanya direbus dan digunakan sebagai obat herbal. Selain itu, alfalfa juga sering dibuat jus.

  • Daun alfalfa memiliki spektrum nutrisi yang luas, termasuk sejumlah besar trace mineral, protein, vitamin, serat, dan klorofil, yang berfungsi sebagai antioksidan dalam aliran darah.
  • Bahan kimia dalam alfalfa yang disebut saponin dapat menurunkan kolesterol darah, dengan sifat unik yang mencegah pengumpulan kolesterol di dalam dan sekitar dinding arteri. Hal ini secara tidak langsung berperan mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Dari zaman dahulu, tanaman alfalfa telah digunakan untuk memberikan bantuan kepada penderita asma dan penyakit pernapasan lain.
  • Alfalfa bila diminum dengan teh mint sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan dan efektif untuk menghilangkan masalah pencernaan yang meliputi mual, sakit maag, gastritis dan gangguan pencernaan. Selain itu, alfalfa juga dapat membantu meningkatkan selera makan.
  • Alfalfa dikenal memiliki sifat detoksifikan. Dengan mengonsumsi secara teratur tumbuhan ini, Anda akan dapat membersihkan tubuh dari racun-racun berbahaya.
  • Alfalfa dapat membantu dalam pencegahan kanker. Hal ini sebagian besar karena kandungan asam amino yang disebut canavanine dan kemampuannya untuk mengikat karsinogen dalam usus besar.
  • Daun alfalfa mengandung fitoestrogen yang dapat bermanfaat dalam menopause dan menyusui. Alfalfa diketahui membantu menetralkan tanda-tanda dan gejala menopause.  Banyak keluhan kehamilan yang dapat diatasi dengan penggunaan tablet alfalfa seperti morning sickness, mulas, sembelit dan anemia (dengan berbagai komplikasinya). Alfalfa menyediakan sumber vitamin K bagi ibu hamil, sehingga mengurangi perdarahan postpartum dan mengurangi risiko gangguan perdarahan pada bayi. Alfalfa juga mendukung keberhasilan dalam menyusui karena meningkatkan produksi air susu ibu (ASI). Hal ini juga berlaku pada hewan ternak. Pemberian Alfalfa kering pada kambing meningkatkan produksi susu mereka sebesar 50%.
  • Alfalfa dapat digunakan secara eksternal sebagai obat gigitan serangga untuk mengurangi inflamasi dan infeksi. 
READ MORE - KHASIAT DAUN ALFALFA UNTUK ASMA, GANGGUAN PENCERNAAN, KOLESTEROL,KANKER, ASI, DLL

Tahi Kotok yang nama ilmiahnya disebut Tagetes erecta ini sering juga disebut sebagai kenikir walaupun sebenarnya bukan kenikir yang biasa untuk sayur atau lalap itu.  Bau dari tanaman Tahi kotok ini sangat khas, yakni bau tidak sedap alias Langu kata orang jawa.  Tahi kotok punya bunga yang indah berwarna kuning atau oranye cerah sehingga sering ditanam juga sebagai tanaman hias.   Tahi kotok merupakan tanaman annual atau tanaman semusim, yang asalnya dari daerah meksiko.  Daun mirip sekali dengan daun kenikir, bunga berbonggol pada ujung batang, merupakan keluarga Asteraceae.
Sifat dan Khasiat
Bunga rasanya pahit, sifatnya sejuk, berbau khas. Tahi kotok berkhasiat antiradang, mengencerkan dahak, obat batuk, peluruh kencing (diuretic), dan memperbaiki gangguan pencernaan.

Kandungan Kimia
Bunga mengandung tegetiin 0,1% terthienyl, helenian 0,74%, flavoxanthin.

Bagian yang Digunakan
Bagian yang digunakan sebagai obat adalah bunganya. Bunga bisa dikeringkan untuk penyimpanan. Daun dan minyaknya juga berkhasiat obat.



Khasiat Dan Manfaat Tanaman Tahi Kotok
1. Gondongan ( parotitis) :
lumatkan bunga tahi kotok, kemudian campur dengan cuka sebagai tapal pada tempat yang sakit.

2. Radang kulit Bernanah :
lumatkan akar dan daun tahi kotok yang masih segar , gunakan sebagai tapal di tempat kelainan.

3. Batuk seratus Hari (pertusis) :
15 bunga tahi kotok ditambah gula enau dan direbus, kemudian diminum.

4. Sakit gigi dan sakit Mata :
15 gr bunga tahi kotok kemudian direbus sampai mendidih.
READ MORE - KHASIAT DAN MANFAAT TAHI KOTOK (Tagetes erecta) Untuk Sakit Gigi, Sakit Mata, Gondongan, Radang Kulit dan Batuk

Tanaman Racunan alias Kastuba secara fisik punya nilai keindahan tersendiri, dimana pada ujung daunnya berwarna merah menyala nan cantik, tidak aneh jika nama ilmiahnya adalah Euphorbia pulcherrima, pulcherrima sendiri artinya cantik.  Racunan sangat umum ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan rumah.  Konon asal tanaman ini dari benua amerika tepatnya di daerah meksiko.

Khasiat
Seluruh bagian tumbuhan, daun, bunga, getah, akar Racunan, dapat digunakan sebagai obat disentri, paru-paru, infeksi kulit, patah tulang, bengkak karena terpukul, luka luar, melancarkan haid dan melancarkan ASI,

CARA PEMAKAIAN Untuk obat yang diminum, gunakan 10-15 g bahan yang direbus. Untuk pemakaian luar, giling daun segar secukupnya sampai halus, lalu turapkan kebagian yang sakit, seperti radang kulit, erisipelas, luka berdarah, bengkak karena terbentur (memar), dan bengkak karena tulang patah.

1. Sakit Kulit, Luka, memar
untuk pemakaian luka luar seperti radang kulit, erisipelas, luka berdarah, bengkak(memar), daun kastuba secukupnya lalu giling sampai halus, terapkan pada bagian yang sakit lalu balut, ganti2-3 kali sehari.
2. Pelancar ASI
Untuk melancarkan Asi, cuci bunga kastuba segar sebanyak 10 g, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, saring lalu minum sehari 2 kali, masing-masing setengah gelas.

Tanaman Racunan sesuai namanya, adalah beracun, getahnya sangat iritatif, jika mengenai kulit sering menimbulkan lepuh kecil(vesikel). Jika digunakan sebagai obat untuk diminum, menyebabkan muntah dan diare, jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
READ MORE - KHASIAT DAN MANFAAT RACUNAN/KASTUBA UNTUK PELANCAR ASI, LUKA MEMAR, RADANG KULIT